Pos Indonesia dan Sentral Cargo Kolaborasi MoU Bangun Digital Ekosistem Logistik

56

TAMBUN – PT Pos Indonesia (Persero) dan Sentral Cargo menginisiasi lahirnya digital ekosistem logistik pertama di Indonesia, melalui kerja sama kedua belah pihak. Kolaborasi ini akan menjadi titik awal kolaborasi dua perusahaan logistik untuk menekan biaya logistik lebih efisien dan luas.

Penandatangan perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak dilakukan di PT Pos Logistik Indonesia BO Bekasi, Kabupaten Bekasi, Rabu (16/3). Hadir melakukan penandatanganan Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia Siti Choiriana dan Direktur Utama Sentral Cargo Okie Octavia Kurniawan. Turut menyaksikan Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi beserta jajaran manajemen PT Pos Indonesia lainnya.

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia Siti Choiriana mengatakan, penandatanganan kerja sama ini menjadi babak baru kolaborasi antarperusahaan kurir dan logistik di Indonesia dalam rangka membangun digital ekosistem logistik. Ekosistem logistik yang diharapkan menjadi solusi pengiriman barang secara efisien dan luas.

Digital ekosistem logistik ini nantinya akan  menggabungkan beberapa layanan, seperti kurir ritel, logistik, dan kargo. Nantinya, semua layanan menjadi satu dalam sebuah platform terintegrasi. Layanan ini akan memudahkan masyarakat menggunakan jasa kiriman.

Menurut dia, kolaborasi perusahaan ekspedisi besar di Indonesia ini akan menekan biaya logistik di Indonesia yang masih cukup besar. Data tahun 2018, biaya logistik Indonesia menempati posisi tertinggi di wilayah ASEAN. Survei Bank Indonesia, biaya logistik Indonesia sebesar 23 hingga 24 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

“Kolaborasi ini golnya adalah efisiensi biaya logistik di Indonesia. Karena saat ini biaya logistik kita masih cukup tinggi. Ini akan menjadi kekuatan besar untuk menekan biaya logistik kita,” jelas Direktur yang akrab disapa Ana.

Tak hanya itu, kolaborasi dua perusahaan ekspedisi sebagai langkah bersama membuka ekonomi baru di seluruh pelosok negeri. Misalnya dalam pengiriman kargo ke Papua, kapal bisa membawa barang dua kali perjalanan (pulang dan pergi). Saat pengiriman, kapal membawa barang ke Papua. Kemudian saat kembali kapal berisi berbagai produk Papua untuk dipasarkan ke seluruh Indonesia.

“Kerja sama ini akan menciptakan keterjangkauan yang lebih besar dalam membangun jaringan kurir dan logistik kita. Fitur layanannya juga makin baik, suplai chain barangnya baik, sehingga masyarakat makin dimudahkan, ” katanya. (rls)