DPMPTSP Berkomitmen Berikan Kemudahan Pelayanan Berinvestasi


CIKARANG PUSAT – Covid-19 tidak terlalu berdampak negatif terhadap Iklim investasi di Kabupaten Bekasi. Buktinya, pada laporan Tahun 2021, Kabupaten Bekasi masih menyandang daerah dengan investasi paling tertinggi di Jawa Barat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Sutia Resmulyawan mengakui kondisi Covid-19 tidak berdampak negatif terhadap investasi di Kabupaten Bekasi. Salah satu faktornya, DPMPTSP terus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat atau warga yang ingin berinvestasi.

“Meskipun dalam kondisi covid juga tetap berjalan seperti biasa dan pelayanan tetap diberikan. Artinya pelayan kita terhadap masyarakat yang berinvestasi lebih bagus,” ujar Sutia Resmulyawan setelah menghadiri acara halal bil halal di Plaza Pemkab Bekasi pada Senin (09/05/2022).

Sebelumnya, pada Tahun 2021 Kabupaten Bekasi diganjar dengan penghargaan Peringkat Pertama Nasional Tingkat Kabupaten/Kota atas capaian Realisasi Investasi Tertinggi Tahun 2021 sebesar Rp 43,27 triliun. Penghargaan tersebut diberikan dari Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM), Bahlil Lahadalia di Ruang Rapat Nusantara, Gedung Suhartoyo, Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, pada Rabu (16/02/2022).

“Artinya selama covid kita tetap mendapat juara, penghargaan prestasi tertinggi di 2021. Artinya kita masih berjalan, dibanding Surabaya dengan Rp 26 triliun, sementara Kabupaten Bekasi Rp 46 triliun,” katanya.

Namun, ketertarikan investor juga dipengaruhi dari letak geografis Kabupaten Bekasi dimana menjadi bagian dari provinsi Jabar yang berdekatan langsung dengan Ibu Kota Jakarta. Bahkan Kabupaten Bekasi juga dibanjiri dengan investor luar seperti Jepang, Korea, Cina dan lainya.

Meski begitu, Sutia mengakui pelayanan menjadi salah satu faKtor yang tidak bisa dilepaskan agar mendorong iklim investasi tetap tinggi. Selain itu juga dukungan dari dinas teknis lainnya dalam memberikan kemudahan pelayanan.

“Kita Pelayanan tetap secara online, kalau pelayanan dari kita hanya sebagaian, ada dari dinas teknisnya seperti Binamarga, kalau sudah jadi baru masuk ke kita untuk ditandatangan. Jadi keberhasilan ini karena pelayanan,” tandasnya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *